asap yang berbau sangit masuk perlahan menyusupi kolong pintu kamarku. adzan subuh membangunkan khayalku dari alam mimpi liarku.
"kemuniiiiiing, tangi nduuuk, sholat subuh", teriak seorang wanita tangguh, dengan semburat rasa lelah yang ia sembunyikan dariku. dia yang mengajariku bertahan walau tanpa sentuhan kekar dari sang ayah. dia yang kusebut emak, sekaligus bapak.
ah, lagi-lagi kata bapak yang membuat nafasku sesak. keringat dingin terus mengalir, kerongkonganku terasa kering, dan berujung pada air mata yang keluar dari mata ini. aku terlanjur sayang dengan beliau, sampai detik ini aku tak bisa merelakannya pergi begitu saja ke alam yang kekal meninggalkan sejarah di dunia fana ini. rasa sayang ini juga selaras dengan kebencianku akan orang-orang yang berbadan tegap setegap pistol ditangannya juga rapuh serapuh jiwa kepedulian mereka akan sesama.
"kemuniiiiing, ayooo ning mesjid!", teriakan emak membuyarkan mimpi liarku akan indahnya pasukan berjas putih lengkap stetoskop di leher.
dengan berat hati, kuturunkan kaki ini menginjak bumi. mungkin getaran yang kutimbulkan akibat hentakan itu menggoyang sebuah keluarga semut di bawah lantai ini.
"inggih maaak", sahutku segera untuk meredam amarah emak yang mungkin naik perlahan dari kaki hingga kepala.
kubuka perlahan pintu kamarku, dan lagi bau sangit dari dapur kecil berkompor kayu menyelinap masuk ke hidungku. aku terbiasa dengan hal itu, hingga kini aku berusia 16 tahun.
segera kubasuh wajah ini dengan air wudu yang menyejukkan kalbu. dan kuambil mukena kumal yang baru saja aku cuci kemarin sore.
selesai menjalankan kewajibanku padaNya, aku mengantar emak berbelanja ke pasar untuk memenuhi persediaan jualan pecel emak hari ini. aku memang memutuskan untuk tidak bersekolah lagi. melihat kondisi emak yang semakin renta, aku tak tega meninggalkannya di rumah sendiri. dan kondisi keuangan kami yang tidak lagi memungkinkan. keputusan yang aku ambil ini memang membuatnya menangis berhari-hari hingga jatuh sakit. tapi perlahan aku bisa membuatnya mengerti.
walaupun aku tak lagi duduk di bangku coklat, mendengarkan celotehan teman-teman saat guruku menerangkan, dan mengerjakan tugas di malam hari, aku tetap belajar. emak mengajariku bertahan dan berpegang teguh pada apa yang kuyakini benar. lingkungan yang mengajariku tersenyum. dan alam yang mengajariku untuk tetap bersahaja.
"nduk, tulung gawakke blanjane mak yo", sahut emak sembari menarik tanganku untuk segera mengambil alih belanjaan emak.
"inggih mak", senyumku sebagai tanda meng-iyakan.
setiap kami pulang dari pasar, aku selalu sedikit merengek layaknya aku 10 tahun lalu, untuk berjalan menyusuru jalur yang lebih jauh daripada saat kami berangkat. aku selalu berhenti di sebuah arena wisata yang menyediakan sebuah penginapan juga untuk para turis asing yang mengunjungi desa kami. aku selalu menanti beberapa menit untuk bertemu dengan turis asing. dan satu tujuanku, aku mau berbicara dengan mereka. aku mau belajar. aku tekankan sekali lagi, aku mau belajar. memang beginilah caraku belajar.
"mak, sediluk ya, aku meh ketemu karo bule. meh sinau bahasa inggris", pintaku pada emak.
emak tak pernah mangatakan tidak. beliau selalu meng-iyakan untuk hal yang satu ini.
dan hari ini memang keberuntunganku, aku bertemu dengan sebuah keluarga dari Swedia. perlahan aku sapa mereka. dan sambutan yang mereka berikan padaku tak kalah hangatnya dengan sinar mentari yang perlahan membakar kulit kami pagi ini. aku memulai pertanyaan klasik, "what's your name? where are you come from?what do you think about our village? dan bla bla bla lainnya". kami jatuh pada percakapan yang hangat sehangat senyum bunga matahari yang tumbuh di seberang sungai kecil. perpisahan yang indah mengakhiri perjumpaan kami pagi ini. kami pun pamit.
selang berjalan beberapa kilometer, aku membalikkan badanku dan kembali melihat pada tempat kami berdiri tadi. kuteriakkan dengan lantang, "I WILL BE THERE SOON !"
rumput yang masih basah terkena embun pagi serasa menganggukkan kepalanya sebagai tanda meng-amini doaku, dan kembali kutatap mata emak dalam-dalam. aku menemukan sebuah kata amin dari matanya. kami pun berjalan pulang.
*kisah kemuning belum berahir*
-a fiction by : chaki-
Jumat, 23 Desember 2011
Sabtu, 30 April 2011
SEMARANG NIGHT CARNIVAL
Beberapa minggu lalu aku melihat kalender. karena memang ada project besar yang harus aku lakukan. tak kusangka aku bertemu tanggal 2 Mei. ya, hari jadi kota Semarang sekaligus hari pendidikan nasional. awalnya aku menganggap ah, paling acara ulang tahun semarang cuma kayak gitu aja. males ah..
don't judge the book just from the cover.!
ya, ternyata pikiranku salah. setelah aku membaca koran, ternyata ada acara karnaval untuk menyambut ulang tahun kota tercintaku ini. segera aku menghubungi teman-teman untuk ikutan berpartisipasi walaupun sekedar menonton. tapi, hanya sedikit yang interest.
namun, semua pasti ada hikmahnya. ternyata ada seorang sahabatku yang sangat ingin juga menonton acara tersebut. alhasil, hanya kami berdua yang menonton disana
start dari jalan pemuda depan balaikota. hebat!
ya, inilah kreativitas anak-anak semarang.
wah, disana, gak peduli kaya, gak peduli miskin, gak peduli cina, jawa, arab, 'tumplek' jadi satu. semakin terasa kehangatan orang-orang semarang.
hebat..
benar-benar bagus acara malam ini..
aku harap kreativitas anak-anak semarnag akan lebih maju lagi..
amiin..
=chaki=
00.00
1 Mei 2011
Jumat, 22 April 2011
ini tulisanku
waktu itu, liburan semesterpun tiba
aku coba tengok sebentar keadaan kampung halaman
yang selalu membuatku merindu akan kehangatan dan keramahannya
kampung halamanku diterjang lahar dingin
ya, lahar dingin dari Merapi
kutengok sejenak
kuamati satu persatu
memang hanya kesedihan yang nampak disana
tapi, kesedihan tak selamanya nampak disana
aku tangkap sebuah gambar dengan kamera pocketku
gambar itu mengajariku arti bertahan
arti kuat ditengah badai
arti keluarga yang nyaman walau kau ditengah topan sekalipun
ya, dia adalah keluarga
segala-galanya
_chaki_
23 april 2011
Kamis, 21 April 2011
semarangku
ya, Semarang.
kota sejarah
kota panas
kota indah
kota senyuman
di sinilah aku dilahirkan
di sinilah aku berjalan
di sinilah aku bertemu sahabat-sahabatku
di sinilah aku bertemu denganmu
di sini pula aku temukan tangis
di sini pula aku temukan tawa
di sini pula kuukir seribu cerita
namun, cita-cita yang menuntunku untuk segera meninggalkanmu
bukan obsesi, tapi harapan
bukan terlalu tinggi, tapi ini suatu kebutuhan
memang kau memberiku sejuta kenangan
memang kau memberiku sejuta makna kehidupan
namun, sekali lagi kumohon
izinkan aku segera berlenggang darimu
izinkan aku mengharumkan namamu di mata orang lain
izinkan aku menuntut semua cita-citaku
aku tak akan melupakanmu
aku tak akan berpaling dari indahnya wajahmu
aku janji, setelah sukses nanti, aku akan kembali
aku janji, setelah sukses nanti, aku akan menyusuri jalan kenanganmu lagi
jadi, izinkan aku pergi
izinkan aku terbang menuju asaku
Semarangku. . .
kota sejarah
kota panas
kota indah
kota senyuman
di sinilah aku dilahirkan
di sinilah aku berjalan
di sinilah aku bertemu sahabat-sahabatku
di sinilah aku bertemu denganmu
di sini pula aku temukan tangis
di sini pula aku temukan tawa
di sini pula kuukir seribu cerita
namun, cita-cita yang menuntunku untuk segera meninggalkanmu
bukan obsesi, tapi harapan
bukan terlalu tinggi, tapi ini suatu kebutuhan
memang kau memberiku sejuta kenangan
memang kau memberiku sejuta makna kehidupan
namun, sekali lagi kumohon
izinkan aku segera berlenggang darimu
izinkan aku mengharumkan namamu di mata orang lain
izinkan aku menuntut semua cita-citaku
aku tak akan melupakanmu
aku tak akan berpaling dari indahnya wajahmu
aku janji, setelah sukses nanti, aku akan kembali
aku janji, setelah sukses nanti, aku akan menyusuri jalan kenanganmu lagi
jadi, izinkan aku pergi
izinkan aku terbang menuju asaku
Semarangku. . .
sapamu adalah kehangatan bagiku
gambar ini aku ambil pada hari pertama di awal tahun ini ( 1 januari 2011 ). . .
ya, memang hobiku ini tiba-tiba muncul begitu saja. sebenarnya sejak lama aku suka fotografi, tapi baru terealisasi akhir-akhir ini.
saat aku putuskan untuk mengambil gambar di sekitar kawasa kota lama semarang, aku melihat ada moment yang pas di siang itu.
siang itu, tepat pukul 11, aku melihat moment-moment yang tepat. aku susuri jalanan di sekitar kawasan kota lama itu.
dan tak sengaja aku menangkap sebuah kehangatan di tengah terik matahari. senyum sapa dari bibir tipis sang tukang becak. melambaikan tangannya pada kawan yang ia temui dijalan.
hangat
ya, suasana yang terlihat begitu akrab. meskipun sang tukang becak harus buru-buru mengayuh becaknya. ia masih menyempatkan untuk bertegur sapa dengan kawannya.
ironis
aku saja kadang malah buang muka saat bertemu dengan orang yang aku kenal. kadang aku menyembunyikan senyumku pada mereka. begitu payahnya aku. .!
saat kulihat lagi tegur sapa (walaupun hanya dalam gambar) aku tertegun malu. andai aku mampu bertutur maaf padamu sobat atas semua sikapku, aku akan segera meminta maaf padamu.
yaaah,, sebuah gambar memang bercerita banyak padaku. tentang hidup, tentang sahabat, tentang semuanya.
(just enjoy it for you, all the readers.... )
ya, memang hobiku ini tiba-tiba muncul begitu saja. sebenarnya sejak lama aku suka fotografi, tapi baru terealisasi akhir-akhir ini.
saat aku putuskan untuk mengambil gambar di sekitar kawasa kota lama semarang, aku melihat ada moment yang pas di siang itu.
siang itu, tepat pukul 11, aku melihat moment-moment yang tepat. aku susuri jalanan di sekitar kawasan kota lama itu.
dan tak sengaja aku menangkap sebuah kehangatan di tengah terik matahari. senyum sapa dari bibir tipis sang tukang becak. melambaikan tangannya pada kawan yang ia temui dijalan.
hangat
ya, suasana yang terlihat begitu akrab. meskipun sang tukang becak harus buru-buru mengayuh becaknya. ia masih menyempatkan untuk bertegur sapa dengan kawannya.
ironis
aku saja kadang malah buang muka saat bertemu dengan orang yang aku kenal. kadang aku menyembunyikan senyumku pada mereka. begitu payahnya aku. .!
saat kulihat lagi tegur sapa (walaupun hanya dalam gambar) aku tertegun malu. andai aku mampu bertutur maaf padamu sobat atas semua sikapku, aku akan segera meminta maaf padamu.
yaaah,, sebuah gambar memang bercerita banyak padaku. tentang hidup, tentang sahabat, tentang semuanya.
(just enjoy it for you, all the readers.... )
Sabtu, 26 Maret 2011
Tuhan, rangkulah mimpi kami . .
sore itu, dua pasang mata polos menatapku penuh haru
penuh harap
penuh cemas
dan satu harapan yang aku lihat dari tatapan beliau adalah
harapan akan datangnya kabar gembira
1 hari berlalu
1 jam berlalu
1 detik pun tiba
dan kabar gembira itupun masih sembunyi
dan kulihat tatapan mata kosong dari beliau
kulihat tatapan haru dai mata beliau
sekuat apapun dia menutupi semuanya
tapi rasa kecewa itu tetap muncul
dan terlihat jelas dimatanya
hari cepat berlalu
kuputuskan untuk terus melangkah
sembari menunggu kabar gembira itu datang padaku lagi
mencari, berusaha, membagi waktu, sangat susah
namun, Engkau yang menguatkanku hingga kini
Ya Rabbi, Engkau yang memberiku bimbingan hingga detik ini
satu hal yang aku butuhkan saat ini, Tuhanku
kabulkan usaha kami
kabulkan doa kami
agar kami bisa melihat lembah bahagia di pelupuk matanya
agar kami bisa menghapus air mata yang sempat tumpah membasahi pipi
jaga hati kami dari segala macam bentuk kesombongan diri
jaga hati kami dari segala keirian hati
aku percaya janjimu, Tuhan
Engkau merangkul mimpi-mimpi kami
Engkau mendengar doa kami..
Tuhan, rangkullah mimpi kami
#13.15 minggu 27 maret 2011
penuh harap
penuh cemas
dan satu harapan yang aku lihat dari tatapan beliau adalah
harapan akan datangnya kabar gembira
1 hari berlalu
1 jam berlalu
1 detik pun tiba
dan kabar gembira itupun masih sembunyi
dan kulihat tatapan mata kosong dari beliau
kulihat tatapan haru dai mata beliau
sekuat apapun dia menutupi semuanya
tapi rasa kecewa itu tetap muncul
dan terlihat jelas dimatanya
hari cepat berlalu
kuputuskan untuk terus melangkah
sembari menunggu kabar gembira itu datang padaku lagi
mencari, berusaha, membagi waktu, sangat susah
namun, Engkau yang menguatkanku hingga kini
Ya Rabbi, Engkau yang memberiku bimbingan hingga detik ini
satu hal yang aku butuhkan saat ini, Tuhanku
kabulkan usaha kami
kabulkan doa kami
agar kami bisa melihat lembah bahagia di pelupuk matanya
agar kami bisa menghapus air mata yang sempat tumpah membasahi pipi
jaga hati kami dari segala macam bentuk kesombongan diri
jaga hati kami dari segala keirian hati
aku percaya janjimu, Tuhan
Engkau merangkul mimpi-mimpi kami
Engkau mendengar doa kami..
Tuhan, rangkullah mimpi kami
#13.15 minggu 27 maret 2011
Senin, 28 Februari 2011
saat kulihat...

saat kuterbangun, aku melihat harapan
saat kuterbangun, aku melihat asa
saat kuterbangun, aku melihat hidup
saat kuterbangun, aku melihat anugerah Sang Maha Hidup
saat kuterbangun, aku melihat indahnya senyuman dari keluargaku
saat kumelangkah, aku melihat harapan
saat kumelangkah, aku melihat asa
saat kumelangkah, aku melihat hidup
namun, saat kumelangkah aku juga melihat kerikil (dihapadan)
namun, saat kumelangkah aku juga mendapati badai (dihadapan)
apakah hal itu yang akan menghentikan langkahku?
apakah itu yang akan memalingkan semua harapanku?
apakah itu yang akan menghentikan semuanya?
TIDAK..!
aku menyebutnya anugerah bukan musibah
aku menyebutnya ibadah bukan membangkang
aku menyebutnya indah bukan buruk
aku menyebutnya kuat bukan lemah
karena hal itu yang menjadikanku kuat
karena hal itu yang menjadikanku bertahan
karena hal itu yang menjadikanku bisa
karena hal itu yang mengajariku bukan seperti keledai (yang jatuh dalam hal yang sama)
bagaimana dengan Anda..?
sudikah Anda maju dengan saya..??
sudikah Anda berjalan seiring sejalan dengan saya..??
dunia ini masih membuka kesempatan untuk kita
dunia ini masih membuka peluang untuk kita
dunia ini belum BERAKHIR..!
maka, teruslah berlari
teruslah berjuang
teruslah tertawa
teruslah tegar
teruslah memohon padaNya
...
# inspired by dreams...
Kamis, 17 Februari 2011
aku, kenangan, dan masa depan
aku..
ya, aku adalah aku..
aku di bagi dalam 3 dimensi
dimensi pertama
aku dan kenangan
tawa, tangis, amarah mewarnai aku dan kenangan
aku, kau, dia, dan mereka mewarnai aku dan kenangan
cinta dan duka senantiasa mengiringi perjalanan aku dan kenangan
dimensi kedua
aku dan sekarang
tawa, tangis, amarah masih mewarnai aku dan sekarang
aku, kau, dia dan mereka juga masih menjadi tokohnya
cinta dan duka juga masih setia mengiringi perjalanan kami
dimensi ketiga
aku dan masa depan
tawa, tangis, amarah mungkin merwanai aku dan masa depan
aku, kau, dia dan mereka mungkin menjadi tokohnya
cinta dan duka masih akan tetap setia mengiringi perjalanan kami
aku bahagia dengan apa yang aku punya saat ini
namun, aku akan merubah apa yang masih bisa kuubah
aku tak akan lelah menggapai apa yang aku butuhkan
aku hanya ingin melihat senyum kebahagiaan darimu ayah ibuku..
....
aku tak mau mengharap apa-apa
hanya 1 untuk kali ini
dan aku benar-benar memohon padaMu..
Ya Allah, Ya Rabbi, Tuhan semesta alam
ya, aku adalah aku..
aku di bagi dalam 3 dimensi
dimensi pertama
aku dan kenangan
tawa, tangis, amarah mewarnai aku dan kenangan
aku, kau, dia, dan mereka mewarnai aku dan kenangan
cinta dan duka senantiasa mengiringi perjalanan aku dan kenangan
dimensi kedua
aku dan sekarang
tawa, tangis, amarah masih mewarnai aku dan sekarang
aku, kau, dia dan mereka juga masih menjadi tokohnya
cinta dan duka juga masih setia mengiringi perjalanan kami
dimensi ketiga
aku dan masa depan
tawa, tangis, amarah mungkin merwanai aku dan masa depan
aku, kau, dia dan mereka mungkin menjadi tokohnya
cinta dan duka masih akan tetap setia mengiringi perjalanan kami
aku bahagia dengan apa yang aku punya saat ini
namun, aku akan merubah apa yang masih bisa kuubah
aku tak akan lelah menggapai apa yang aku butuhkan
aku hanya ingin melihat senyum kebahagiaan darimu ayah ibuku..
....
aku tak mau mengharap apa-apa
hanya 1 untuk kali ini
dan aku benar-benar memohon padaMu..
Ya Allah, Ya Rabbi, Tuhan semesta alam
Langganan:
Komentar (Atom)