Sabtu, 26 Maret 2011

Tuhan, rangkulah mimpi kami . .

sore itu, dua pasang mata polos menatapku penuh haru
penuh harap
penuh cemas

dan satu harapan yang aku lihat dari tatapan beliau adalah
harapan akan datangnya kabar gembira

1 hari berlalu
1 jam berlalu
1 detik pun tiba

dan kabar gembira itupun masih sembunyi
dan kulihat tatapan mata kosong dari beliau
kulihat tatapan haru dai mata beliau

sekuat apapun dia menutupi semuanya
tapi rasa kecewa itu tetap muncul
dan terlihat jelas dimatanya

hari cepat berlalu
kuputuskan untuk terus melangkah
sembari menunggu kabar gembira itu datang padaku lagi

mencari, berusaha, membagi waktu, sangat susah

namun, Engkau yang menguatkanku hingga kini
Ya Rabbi, Engkau yang memberiku bimbingan hingga detik ini

satu hal yang aku butuhkan saat ini, Tuhanku
kabulkan usaha kami
kabulkan doa kami

agar kami bisa melihat lembah bahagia di pelupuk matanya
agar kami bisa menghapus air mata yang sempat tumpah membasahi pipi

jaga hati kami dari segala macam bentuk kesombongan diri
jaga hati kami dari segala keirian hati

aku percaya janjimu, Tuhan
Engkau merangkul mimpi-mimpi kami
Engkau mendengar doa kami..

Tuhan, rangkullah mimpi kami





#13.15 minggu 27 maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar