tinta ?
hitam ?
mengotori kertas ?
iyakah ?
lalu ...
apakah sang kertas tersakiti ?
ternodai ?
menjadi buruk ?
TIDAK !
sang kertas menggertak dengan lantang !
" tinta itu sahabat karibku,
teman paling setia,
tinta menari-nari di atas tubuhku,
lewat nada-nadanya,
huruf-hurufnya,
kata-kata yang dirangkai indah bagai setangkai mawar,
jangan salahkan tinta terlalu jauh saat tubuhku terlalu kotor untuk kau simpan,
aku lebih baik begini,
kotor dengan segala pengalaman,
itu yang mengajariku akan hidup, sebagai kertas
bukan usang di lemari busuk bawah kasurmu itu
membusuk, hancur perlahan oleh gigitan rayap
terurai oleh mikroba-mikroba asing, dan akhirnya mati, kau buang
kalau suatu hari nanti tinta telah bosan dengan lembaran ini,
aku siap membuka lembaran baruku,
entah dengan tinta yang sama, atau dengan tinta yang berbeda "
chakiii
hitam ?
mengotori kertas ?
iyakah ?
lalu ...
apakah sang kertas tersakiti ?
ternodai ?
menjadi buruk ?
TIDAK !
sang kertas menggertak dengan lantang !
" tinta itu sahabat karibku,
teman paling setia,
tinta menari-nari di atas tubuhku,
lewat nada-nadanya,
huruf-hurufnya,
kata-kata yang dirangkai indah bagai setangkai mawar,
jangan salahkan tinta terlalu jauh saat tubuhku terlalu kotor untuk kau simpan,
aku lebih baik begini,
kotor dengan segala pengalaman,
itu yang mengajariku akan hidup, sebagai kertas
bukan usang di lemari busuk bawah kasurmu itu
membusuk, hancur perlahan oleh gigitan rayap
terurai oleh mikroba-mikroba asing, dan akhirnya mati, kau buang
kalau suatu hari nanti tinta telah bosan dengan lembaran ini,
aku siap membuka lembaran baruku,
entah dengan tinta yang sama, atau dengan tinta yang berbeda "
chakiii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar